Dua bulan pascabanjir bandang, empat desa di Tapanuli Tengah masih terisolasi

8 hours ago 3
  • Jumat, 30 Januari 2026 22:56 WIB

Warga duduk di antara tumpukan kayu yang menghancurkan rumahnya di Desa Aek Bontar, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (30/1/2026). Dua bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, masih ada empat desa di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah yang terisolir yakni Desa Sigiring-Giring, Sait Kalangan II, Saur Manggita, dan Aek Bontar. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr

Foto udara kondisi permukiman yang rusak dan terisolir di Desa Sigiring-Giring, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (30/1/2026). Dua bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, masih ada empat desa di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah yang terisolir yakni Desa Sigiring-Giring, Sait Kalangan II, Saur Manggita, dan Aek Bontar. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr

Kondisi rumah hancur dan terisolir di Desa Sigiring-Giring, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (30/1/2026). Dua bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, masih ada empat desa di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah yang terisolir yakni Desa Sigiring-Giring, Sait Kalangan II, Saur Manggita, dan Aek Bontar. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article