- Jumat, 30 Januari 2026 22:56 WIB
Warga duduk di antara tumpukan kayu yang menghancurkan rumahnya di Desa Aek Bontar, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (30/1/2026). Dua bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, masih ada empat desa di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah yang terisolir yakni Desa Sigiring-Giring, Sait Kalangan II, Saur Manggita, dan Aek Bontar. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr
Foto udara kondisi permukiman yang rusak dan terisolir di Desa Sigiring-Giring, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (30/1/2026). Dua bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, masih ada empat desa di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah yang terisolir yakni Desa Sigiring-Giring, Sait Kalangan II, Saur Manggita, dan Aek Bontar. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr
Kondisi rumah hancur dan terisolir di Desa Sigiring-Giring, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (30/1/2026). Dua bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, masih ada empat desa di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah yang terisolir yakni Desa Sigiring-Giring, Sait Kalangan II, Saur Manggita, dan Aek Bontar. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·