Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat bergerak menguat di tengah fase krusial pasar modal Indonesia.
IHSG dibuka menguat 88,88 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.321,08. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,59 poin atau 1,43 persen ke posisi 824,60.
"Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase yang sangat krusial," ujar Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana dalam risetnya di Jakarta, Jumat.
Dalam dua hari terakhir, IHSG mengalami tekanan hebat hingga mencatatkan penurunan signifikan dan memicu "trading halt" sebanyak dua kali berturut-turut.
Baca juga: Direktur Utama BEI Iman Rachman mengundurkan diri
"Kondisi ini mencerminkan tingkat kepanikan pasar yang cukup tinggi, terutama akibat kombinasi sentimen global dan kekhawatiran investor terhadap transparansi serta tata kelola pasar domestik," ujar Hendra.
Pada pagi hari ini, Jumat (30/01), di tengah situasi penuh tekanan, Direktur Utama BEI Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya, sebuah keputusan yang langsung menjadi sorotan pelaku pasar.
Pengunduran diri pimpinan tertinggi BEI ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar yang sedang bergejolak.
Sementara itu, merespon pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen pada Februari 2026. Ketentuan free float akan berlaku bagi emiten baru maupun yang sudah tercatat.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·