Trump ancam Kanada: Dekati China, tarif 100 persen menanti

5 days ago 12

Istanbul (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor 100 persen terhadap barang Kanada jika negara itu menjalin kesepakatan dagang dengan China.

"Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, Kanada akan segera dikenai tarif 100 persen atas semua barang dan produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat," tulisnya di platform Truth Social, Sabtu (24/1).

Seraya menyebut Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebagai "gubernur," Trump mengatakan Carney akan "sangat keliru" jika membiarkan Kanada menjadi "pelabuhan transit" bagi produk China yang ditujukan ke pasar AS.

Trump memperingatkan Kanada tentang dampak buruk dari hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China.

"China akan melahap Kanada hidup-hidup, benar-benar memusnahkannya, termasuk menghancurkan dunia usaha, tatanan sosial, dan cara hidup mereka," katanya.

Dalam unggahan terpisah, Trump menyatakan pengambilalihan Kanada oleh China adalah "hal terakhir yang dibutuhkan dunia."

"Itu tak akan terjadi, bahkan tak akan mendekati terjadi," katanya.

Pemerintah Kanada membantah klaim Trump dengan mengatakan bahwa perundingan terbaru dengan China hanya menyelesaikan sengketa tarif tertentu.

"Tak ada upaya mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China. Yang dicapai adalah penyelesaian sejumlah isu tarif penting," kata Menteri Kanada yang bertanggung jawab atas Perdagangan Kanada-AS, Dominic LeBlanc, dalam pernyataannya.

Baca juga: Kanada sasar pasar Indonesia untuk alihkan perdagangan dari AS

LeBlanc menegaskan fokus pemerintah Kanada adalah memperkuat hubungan ekonomi dengan AS, seraya mengutip pernyataan Carney sebelumnya bahwa kedua negara"telah membangun kemitraan luar biasa dalam ekonomi dan keamanan."

Ia mengatakan Kanada tetap berkomitmen memastikan hubungan tersebut saling menguntungkan sambil memperkuat perekonomian domestik dan memperluas kemitraan dagang global.

Di tengah eskalasi, Carney mengimbau masyarakat untuk mendukung pengusaha dalam negeri dan menyebut ekonomi Kanada "terancam dari luar."

Dalam pesan video, ia mengatakan pemerintahnya tengah menjalankan sejumlah inisiatif besar, termasuk pembangunan jutaan rumah untuk meningkatkan keterjangkauan dan pengadaan perangkat militer "yang akan melindungi warga Kanada dan kedaulatan kita."

"Kita tak bisa mengendalikan apa yang dilakukan negara lain. Kita bisa menjadi pelanggan terbaik bagi diri kita sendiri," ujarnya.

Pekan lalu, Kanada mengumumkan telah mencapai kesepakatan dagang secara prinsip dengan China. Tarif kendaraan listrik China akan diturunkan sebagai imbalan pengurangan bea atas ekspor pertanian Kanada.

Trump pada Jumat mengatakan Kanada menentang usulannya untuk membangun sistem perlindungan rudal "Golden Dome" di Greenland dan malah "memilih mendukung bisnis dengan China."

Hubungan AS dan Kanada memburuk tajam sejak Trump menjabat Januari tahun lalu. Carney berusaha melawan tarif AS dan menolak keinginan Trump agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS.

Di tengah memburuknya hubungan kedua negara, Trump pada Kamis menarik kembali undangan bagi Kanada untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian bentukannya. Langkah itu dianggap sebagai balasan atas pernyataan Carney di Forum Ekonomi Dunia (WEF).

Baca juga: PM Kanada serukan beli produk Kanada untuk respon ancaman tarif Trump
Baca juga: Trump tarik undangan Dewan Perdamaian untuk Kanada

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article