Pemulangan 91 WNI hasil operasi penindakan online scamming di Myanmar

1 week ago 7
  • Kamis, 22 Januari 2026 15:00 WIB

Petugas mengarahkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) setibanya dari Myanmar di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026). Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok kembali memulangkan sebanyak 91 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand yang terjaring operasi penindakan oleh Pemerintah Myanmar terhadap pusat kegiatan kejahatan online scamming dan online gambling di kawasan Myawaddy. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berjalan keluar terminal setibanya dari Myanmar di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026). Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok kembali memulangkan sebanyak 91 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand yang terjaring operasi penindakan oleh Pemerintah Myanmar terhadap pusat kegiatan kejahatan online scamming dan online gambling di kawasan Myawaddy. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berjalan keluar terminal setibanya dari Myanmar di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026). Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok kembali memulangkan sebanyak 91 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand yang terjaring operasi penindakan oleh Pemerintah Myanmar terhadap pusat kegiatan kejahatan online scamming dan online gambling di kawasan Myawaddy. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dikumpulkan untuk pendataan setibanya dari Myanmar di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026). Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok kembali memulangkan sebanyak 91 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand yang terjaring operasi penindakan oleh Pemerintah Myanmar terhadap pusat kegiatan kejahatan online scamming dan online gambling di kawasan Myawaddy. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article